Kumpulan Logo MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik Jatim

Selamat Datang di Blooger MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik Jatim

Profil MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik

Selamat Datang di Blooger MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik Jatim

Kegiatan MI. Tasywirul Afkar

Selamat Datang di Blooger MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik Jatim

Perkembangan Lembaga Pendidikan

Selamat Datang di Blooger MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik Jatim

Perpustakaan MI. Tasywirul Afkar

Selamat Datang di Blooger MI. Tasywirul Afkar Madumulyorejo Dukun Gresik Jatim

Kamis, 26 Maret 2015

AHLUSSUNNAH ADALAH ASYA'IRAH DAN MATURIDIYAH

AHLUSSUNNAH ADALAH ASYA'IRAH DAN MATURIDIYAH

a.Siapakah Ahlussunnah wal Jama’ah?
Istilah Ahlussunnah Wal Jama’ah terdiri dari tiga kata, pertama perkataan Ahlun ((أهل Kedua As-Sunnah ((السنتة dan ketiga al-Jama’ah (الجماعة). Ketiga-tiganya merupakan satu kesatuan, bukan sesuatu yang terpisah-pisah.
a. Ahlun ( (أهل
Secara etimologi kata Ahlun mengandung dua makna, selain bermakna keluarga dan kerabat, Ahlun juga berarti pemeluk aliran atau pengikut madzhab. Adapun dalam al-Qur’an sendiri, sekurangnya ada tiga makna Ahlun: Pertama, Ahlun berarti keluarga, sebagai mana firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Huud ayat 45 :
ونادى نوح ربّه فقال ربّ إنّ ابني من أهلي
Maknanya: “Dan Nuh menyeru kepada Tuhannya, Ya Allah sesungguhnya anakku adalah dari keluargaku”
Kedua, Ahlun berarti penduduk seperti firman Allah, al-Qur’an surat al-A’raf ayat 96
ولو أنّ أهل القرى ءامنوا واتقو لفتحنا عليهم بركات من السماء و الأرض ولكن كذبوا فأخذناهم بما كانوا يكسبون
Maknanya: ”Jikalau sekiranya penduduk negri-negri itu beriman dan bertaqwa, maka kami bukakan atas mereka keberkahan dari langit dan bumi, akan tetapi mereka mendustakannya maka Kami balas mereka dengan sebab apa yang telah mereka perbuat.”
Ketiga, Ahlun berarti orang yang berarti memiliki disiplin ilmu. Dalam al-Qur’an Allah berfirman surah An-Nahl ayat 43
فسئلوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون
Maknanya: “Bertanyalah kamu sekalian kepada orang yang memiliki pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.”
b. As-Sunnah ( السنة (
Menurut Abu al-Baqa’ dalam kitab Kulliyat secara bahasa As-Sunnah berarti jalan, sekalipun jalan itu tidak di sukai. Arti lainnya ath-thariqah, al-hadits, as-sirah, al-tabiah, dan as-Syariah. Yakni, jalan atau system atau cara atau tradisi. Menurut istilah syara’. As-sunnah ialah sebutan bagi jalan yang disukai dan dijalani dalam agama, sebagai mana di praktekkan Rasulullah. Baik perkataan, perbuatan ataupun persetujuan Nabi.
Maka dalam hal ini as-sunnah di bagi menjadi 3 macam. Petama as-Sunnah al-Qauliyyah ((السنة القولية yaitu sunnah Nabi yang berupa perkataan atau ucapan yang keluar dari lisan Rasulullah. Kedua, as-Sunnah al-Fi’liyah ( (السنةالفعلية yakni sunnah Nabi yang berupa perbuatan dan pekerjaan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Dan ketiga, as Sunnah al Taqririyah ( السنة التقريرية ) yakni sesuatu yang dilakukan oleh sahabat di depan Rasul kemudian beliau diam tanda menyetujuinya. Lebih jauh lagi, as-Sunnah juga memasukkan perbuatan, fatwa dan tradisi para sahabat (atsar as-Sahabah).
c. Wa kata sambung yang berarti: “dan”
d. Arti kata al-Jama’ah (الجماعة).
Dalam kamus bahasa kata al-Jama’ah berarti nama dari sekumpulan orang. Dalam al-Mu’jam al Wasith, al-Jama’ah adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan. Adapun pengertian al-Jama’ah secara Syara’ ialah kelompok mayoritas dalam golongan Islam (جمهورالمسلمين). Definisi ini memiliki korelasi dengan hadits Rasulullah yang berbunyi
عَلَيْكُمْ بِالجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ اثْنَيْنِ أَبْعَدُ فَمَنْ أَرَادَ بُحْبُوْحَةَ الجَنَّةَ فَلْيَلْزَمِ اْلجَمَاعَة
Maknanya:”Hendaklah kalian berjama’ah dan menjauhi perpecahan,karena sesungguhnya syetan akan bersama orang yang sendiri dan terhadap orang yang berdua dia akan lebih menjauh. Barang siapa yang menginginkan tempat yang lapang di syurga maka berpegang teguhlah dengan aqidah Al-Jama’ah”.
Begitu juga makna al Jama’ah dalam sabda Rasulullah yang lain:
وَإِنَّ هَذِهِ اْلمِلَّةَ سَتَفْتَرِقُ عَلىَ ثَلاَثٍ وَ سَبْعِيْنَ, ثِنْتَانِ وَسَبْعُوْنَ فِي النَّارِ وَوَاحِدَةٌ فِي الجَنَّةِ وَهِيَ اْلجَمَاعَةُ
“Dan sesungguhnya agama Islam ini akan terpecah menjadi 73 golongan, 72 golongan masuk neraka dan hanya satu golongan yang selamat yaitu mayoritas umat”
Hadits di atas menyebutkan bahwa golongan yang selamat adalah al Jama’ah. Para ulama menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan al Jama’ah adalah mayoritas umat. Artinya 72 golongan yang dikatakan Rasul masuk neraka apabila dibandingkan dengan golongan yang selamat, maka golongan yang satu ini lebih banyak dari pada 72 golongan tersebut. Golongan yang selamat adalah Ahlussunnah wal Jama’ah. Jadi Ahlussunnah wal Jama’ah adalah mereka yang mengikuti Sunnah (Syariat) Rasul dan Jama’ah (mayoritas) umat Islam. Definisi ini merupakan rangkuman dari beberapa sabda Rasulullah, di antaranya:
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا إِنْ تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّتِيْ
Maknanya:"Aku telah tinggalkan bagi kalian dua perkara tidak akan kalian tersesat selagi kalian berpegangan kepada keduanya, Kitabullah dan Sunnahku"
Dalam hadits di atas disebutkan dua perkara yaitu al Qur'an dan Sunnah. Dan keduanya adalah sumber utama syari'at Islam. Dan Syari'at dalam beberapa hadits cukup disebutkan dengan kata sunnah, seperti sabda Rasulullah:
مَنْ أَحْيَا سُنَّتِيْ عِنْدَ فَسَادِ أُمَّتِيْ فَلَهُ أَجْرُ شَهِيْدٍ
Maknanya: "Barang siapa yang menghidupkan sunnah (syari'at) ku maka ia akan mendapatkan pahala orang yang mati syahid"
Pertanyaan yang timbul kemudian adalah siapakah Ahlussunnah wal jama’ah yang dimaksud?. Al Hafizh Murtadha al Zabidi seorang ulama madzhab Hanafi mengatakan: “Apabila disebut Ahlussunnah wal Jama’ah maka yang dimaksud adalah al Asya’irah (pengikut al Imam al Asy’ari) dan al Maturidiyah (pengikut al Imam al Maturidi). Al Khayali mengatakan dalam Hasyiyahnya terhadap kitab Syar al Aqaid: “al Asya’irah adalah Ahlussunnah wal Jama’ah ini adalah pendapat yang masyhur di negara Mesir, Maroko, Al Jazair, Pakistan, India, Iraq, Siria, Lebanon, Yordania, Palestina dan penjuru negara lainnya, adapun di negara pecahan Uni Soviet seperti Kazakstan, Usbekistan, Turkemenistan, Chechnya, Bosnia dan negara-negara di sekitarnya Ahlussunnah di sana adalah pengikut al Maturidiyah.”
Al Imam Taj al Din al Subki dalam kitab Thabaqatnya menyebutkan dalil yang digunakan oleh ulama-ulama kita dari hadits shahih yang menyebutkan bahwa Abu al Hasan dan golongannya sesuai dengan ajaran sunnah Rasulullah dan jalan mereka adalah jalan surga. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh al Imam al Bukhari bahwasanya Rasulullah mengatakan:
فَسَوْفَ يَأْتِي اللهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهُ
Ketika turun ayat ini Rasulullah menunjuk kepada Abu Musa al Asy’ari beliau mengatakan: “Mereka adalah kaumnya ini”.
al Hafizh al Baihaqy mengatakan bahwa sabda Rasul di atas sengaja ditujukan kepada kaumnya Abu musa bahwa mereka adalah kaum yang dicintai Allah dan mereka mencintai Allah dikarenakan Rasulullah mengetahui kebenaran iman mereka dan keteguhan keyakinan mereka dan orang-orang yang mengikuti jejak mereka dalam masalah aqidah sesuai dengan al Qur’an dan Sunnah.
Al Imam al ‘Izz Ibn Abdissalam bahwa mereka (Ahlussunnah wal jama’ah) adalah pengikut madzhab Syafi’I, pengikut madzhab Maliki, pengikut madzhab Hanafi, dan para pengikut madzhab Hanbali (Fudlaha al-Hanabilah). Apa yang di kemukakan oleh al-‘Izz Ibn Abdissalam in di setujui oleh para ulama dimasanya, seperti Abu ‘Amr Ibn al-Hajjib (pimpinan ulama Maliki), Jalaluddin al-Hushayri pimpinan ulama madzhab Hanafi, juga disetujui oleh al-Imam at-Taqiyy al-Subki sebagai mana dinukil oleh putranya Tajuddin as-Subki dalam Thabaqat al Syafi’iyyah.
Jadi jelas, bahwa Asy’ariyah dan Maturidiyah adalah golongan Ahlussunnah wal Jama’ah. Tidak sebagaimana yang dituduhkan oleh sebagian kelompok bahwa Asy’ariyah dan Maturidiyah adalah golongan sesat. Adakah pendapat ulama salaf yang menyebutkan bahwa mereka (Asy’ariyah dan Maturidiyah) adalah golongan sesat?!.

Etika Guru



Etika Guru
Di dalam etika guru Indonesia dituliskan dengan jelas bahwa guru membimbing murid untuk membentuk mereka menjadi manusia seutuhnya yang berjiwa pancasila. Etika bagi guru adalah terhadap peserta didiknya, terhadap pekerjaan dan terhadap tempat kerja. Etika tersebut wajib dimiliki oleh seorang guru untuk mewujudkan proses belajar mengajar yang baik.

Guru sebaiknya memberi contoh yang baik bagi muridnya. Keteladanan seorang guru adalah perwujudan realisasi kegiatan belajar mengajar dan menanamkan sikap kepercayaan kepada murid. Guru yang berpenampilan baik dan sopan akan mempengaruhi sikap murid demikian juga sebaliknya. Selain itu di dalam memberikan contoh kepada murid, guru harus bisa mencontohkan bagaimana bersifat objektif dan terbuka pada kritikan serta menghargai pendapat orang lain.

Guru harus bisa mempengaruhi dan mengendalikan muridnya. Perilaku dan pribadi guru akan menjadi bagian yang ampuh untuk mengubah perilaku murid. Guru hendaknya menghargai potensi yang ada di dalam keberagaman murid. Seorang
guru dalam mendidik seharusnya tidak hanya mengutamakan ilmu pengetahuan atau perkembangan intelektual saja, namun juga harus memperhatikan perkembangan pribadi anak didiknya baik perkembangan jasmani atau rohani.

Etika guru yang berikutnya adalah profesional terhadap pekerjaan. Sebagai seorang guru adalah pekerjaan yang mulia. Guru harus melayani masyarakat di bidang pendidikan secara profesional. Supaya bisa memberikan layanan yang memuaskan pada masyarakat maka guru harus bisa menyesuaikan kemampuan serta pengetahuannya dengan keinginan dan permintaan masyarakat.

Yang berikutnya adalah profesional terhadap tempat kerja. Suasana yang baik ditempat kerja bisa meningkatkan produktivitas. Kinerja guru yang tidak optimal bisa disebabkan oleh lingkungan kerja yang tidak memberi jaminan pemenuhan tugas dan kewajiban guru secara optimal.

Pendekatan pembelajaran kontekstual bisa menjadi pemikiran bagi guru supaya lebih kreatif. Strategi belajar yang membantu guru untuk mengaitkan materi pelajaran dengan situasi akan mendorong murid mengaitkan pengetahuan yang sudah dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sikap profesional guru pada tempat kerja adalah dengan cara menciptakan hubungan yang harmonis di lingkungan tempat kerja dan lingkungan. Etika Guru sangat dibutuhkan dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

4 Kompetensi Guru Profesional

4 Kompetensi Guru Profesional

Kompetensi Guru Profesional - Guru adalah salah satu unsur penting yang harus ada sesudah siswa. Apabila seorang guru tidak punya sikap profesional maka murid yang di didik akan sulit untuk tumbuh dan berkembang dengan baik. Hal ini karena guru adalah salah satu tumpuan bagi negara dalam hal pendidikan. Dengan adanya guru yang profesional dan berkualitas maka akan mampu mencetak anak bangsa yang berkualitas pula. Kunci yang harus dimiliki oleh setiap pengajar adalah kompetensi. Kompetensi adalah seperangkat ilmu serta ketrampilan mengajar guru di dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai seorang guru sehingga tujuan dari pendidikan bisa dicapai dengan baik.

Sementara itu, standard kompetensi yang tertuang ada dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional mengenai standar kualifikasi akademik serta kompetensi guru dimana peraturan tersebut menyebutkan bahwa guru profesional harus memiliki 4 kompetensi guru profesional yaitu kompetensi pedagogik dan kompetensi kepribadian, profesional serta kompetensi sosial.
Dari 4 kompetensi guru profesional tersebut harus dimiliki oleh seorang guru melalui pendidikan profesi selama satu tahun.

Berikut ini adalah penjelasannya 4 kompetensi guru profesioanal :

1. Kompetensi Pedagogik

Kompetensi ini menyangkut kemampuan seorang guru dalam memahami karakteristik atau kemampuan yang dimiliki oleh murid melalui berbagai cara. Cara yang utama yaitu dengan memahami murid melalui perkembangan kognitif murid, merancang pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran serta evaluasi hasil belajar sekaligus pengembangan murid.

2. Kompetensi Kepribadian

Kompetensi kepribadian ini adalah salah satu kemampuan personal yang harus dimiliki oleh guru profesional dengan cara mencerminkan kepribadian yang baik pada diri sendiri, bersikap bijaksana serta arif, bersikap dewasa dan berwibawa serta mempunyai akhlak mulia untuk menjadi sauri teladan yang baik.

3. Kompetensi Profesional

Kompetensi profesional adalah salah satu unsur yang harus dimiliki oleh guru yaitu dengan cara menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam.

4. Kompetensi Sosial

Kompetensi sosial adalah salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik melalui cara yang baik dalam berkomunikasi dengan murid dan seluruh tenaga kependidikan atau juga dengan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com